Selamatkanlah dan Lindungilah Kaum Wanita
إنَّ
الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ
أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ
لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah …
Kaum muslimin para hamba Allah yang dirahmati Allah!
Pada
masa modern ini, pembicaraan tentang wanita adalah termasuk pembicaraan
yang telah menyita banyak waktu semua orang, dari kalangan intelektual
maupun dari kalangan awam. Betapa tidak, kaum wanita dengan
kelemahlembutannya dapat melakukan hal-hal spektakuler yang dapat
mengguncangkan dunia. Dengan kelemahlembutannya itu ia dapat melahirkan
tokoh-tokoh besar yang dapat membangun dunia. Namun dengan
kelemah-lembutannya pulalah ia dapat menjadi penghancur dunia yang
paling potensial.
Untuk
mengetahui bagaimana semestinya posisi kaum wanita yang tepat maka kita
perlu mengetahui bagaimana posisi kaum wanita di kalangan generasi
terdahulu sebelum datangnya Islam.
Siapapun
yang mencoba mempelajari kondisi kaum wanita sebelum Islam maka ia
temukan hanyalah sekumpulan fakta yang tidak menggembirakan. Ia akan
terheran-heran menyaksikan kondisi kaum wanita yang sangat berbeda
antara suatu bangsa dengan bangsa yang lain, bahkan antara satu suku
dengan suku yang lain. Di suatu bangsa ia melihat kaum wanita menjadi
penguasa tertinggi, sementara pada bangsa yang lain mereka manjadi
makhluq yang terhina dan dianggap aib bahkan dikubur hidup-hidup.
Allah berfirman tentang ratu Saba’:
“Sesungguhnya
aku (burung hud-hud) mendapati seorang ratu yang menguasai mereka dan
ia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar”
(An-Naml: 23).
Sementara di belahan bumi lain, Allah menceritakan sisi yang berlawanan dari itu:
“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah ia dibunuh.” (At-Takwir: 8-9).
Itulah
kondisi kaum wanita di masa jahiliyah; ibarat barang yang terhina dalam
keluarga dan masyarakat, diperbudak oleh kaum pria. Hari kelahirannya
adalah hari di mana semua wajah menjadi kecewa, dan tidak lama kemudian
ia akan dikubur hidup-hidup dalam kubangan tanah yang digali oleh
ayahnya sendiri. Inilah akibat dari jauhnya akal masyarakat dari cahaya
wahyu. Inilah gambaran umat yang dilahirkan oleh berhalaisme dan dididik
oleh para tukang sihir dan peramal.
Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “bila engkau ingin melihat bagaimana kejahilan bangsa Arab terdahulu maka bacalah firman Allah Ta’ala:
“Sungguh merugilah orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa ilmu.” (Al-An’am: 140)
Fahamlah
kita bagaimana kejahiliyahan menenggelamkan masyarakat Arab saat itu ke
dalam pojok-pojok kegelapan peradaban, hingga akhirnya terbitlah fajar
Islam lalu terdengarlah di penjuru dunia untuk pertama kalinya:
“Dan para laki-laki beriman dan wanita yang beriman itu adalah wali (penolong) antara sebagian mereka kepada sebagaian yang lain.” (At-Taubah: 17).
Lalu bergaunglah firmanNya:
“Dan para wanita itu mempunyai hak dan keseimbangan dengan kewajiban mereka secara ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228).
Dengan
demikian Islam telah meletakkan dasar dan pondasi yang begitu kokoh
untuk membangun pribadi wanita yang baru berdasarkan wahyu dari Dzat
yang telah menciptakannya.
Dan pemuliaan Islam terhadap wanita tidak cukup sampai di sini, Islam bahkan telah menjadikan ibu sebagai orang yang lebih dihormati daripada seorang ayah.
Dan pemuliaan Islam terhadap wanita tidak cukup sampai di sini, Islam bahkan telah menjadikan ibu sebagai orang yang lebih dihormati daripada seorang ayah.
قَالَ
رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ أَبُرُّ؟ قَالَ: أُمَّكَ، قَالَ: ثُمَّ
مَنْ؟ قَالَ: أُمَّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمَّكَ، قَالَ: ثُمَّ
مَنْ؟ قَالَ: أَبَاكَ. (رواه البخاري ومسلم).
Seorang
pria bertanya: “Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku berbakti?” Beliau
menjawab: “Ibumu” Ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa?” beliau
menjawab: “Ibumu.” kemudian ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa ?
beliau menjawab: “Ibumu” kemudian ia bertanya lagi “lalu kepada siapa ?”
barulah beliau berkata: “ayahmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah …
Islam
telah meletakkan jalinan yang kuat dan kokoh untuk menjaga kaum wanita.
Bila mereka berpegang padanya mereka akan selamat, sebaliknya bila
mereka menyia-nyiakannya maka mereka akan sesat dan binasa. Jalinan itu
adalah sifat “Al-Hasymah” (bersikap malu) dan “Al-Afaf” (menjaga
kesucian) yang kemudian memberikan konsekwensi agar seorang wanita
mengenakan hijab syar’i, tetap berdiam di rumah, dan menghindari
percampurbauran dengan kaum pria; yang semuanya itu menjadikannya ibarat
sebuah permata bernilai tinggi di kedalaman lautan yang tidak di jamah
kecuali orang yang berhak untuk itu.
Islam
memandang bahwa percampurbauran antara pria dan wanita (ikhthilath)
sebagai sebuah bahaya yang sangat nyata, oleh karena itu Islam
mencegahnya dan menggantinya dengan mensyariatkan pernikahan.
Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah …
Ketahuilah
bahwa musuh-musuh Islam telah mengetahui bagaimana nilai hijab syar’i
dalam melindungi seorang muslimah, mereka juga faham perintah untuk
“tinggal di rumah saja” memberikan pengaruh yang sangat besar dalam
menjaga wanita muslimah, dalam menjaga kesucian dan kemuliaannya. Oleh
karena itu, kita dapat melihat bagaimana mereka memerangi hijab muslimah
tanpa ampun. Suatu waktu mereka menyebutnya sebagai sebuah kedzaliman
dan kejahatan atas wanita., atau sebagai penghalang yang merintangi
berkembangnya dunia ketiga, atau dikali lain mereka menyebutnya sebagai
budaya Arab saja. Seiring dengan itu, mereka juga mendorong para wanita
muslimah untuk keluar dari rumah-rumah yang telah melindungi mereka
dengan alasan persamaan hak dan derajat antara pria dan wanita. Dan yang
masih saja hangat sampai hari ini adalah sebuah ide sekuler yang
berhasil ditanamkan oleh musuh-musuh Islam kedalam otak sebagian kaum
muslimin; yaitu ide melakukan perombakan terhadap fiqh Islam yang
katanya hanya berpihak pada kaum pria, sehingga lahirlah ide “Fiqh
Perempuan”
Semua itu dilakukan oleh musuh-musuh Islam bukan karena mereka kasihan dan ingin menolong wanita muslimah atau karena cinta kepada kaum muslimin. Sekali-kali tidak, hal ini, karena kebencian yang terpendam dalam hati-hati mereka;
Semua itu dilakukan oleh musuh-musuh Islam bukan karena mereka kasihan dan ingin menolong wanita muslimah atau karena cinta kepada kaum muslimin. Sekali-kali tidak, hal ini, karena kebencian yang terpendam dalam hati-hati mereka;
“Beginilah kalian, kalian mencintai mereka padahal mereka sama sekali tidak mencintai kalian.” (Ali-Imran:119).
Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah …
Siapapun
di dunia ini yang memiliki akal sehat akan dapat melihat permusuhan
yang amat nyata dari kaum Yahudi dan Nashrani khususnya kepada umat
Islam. Semuanya dapat melihat dengan jelas bagaimana mereka selalu
menjadikan wanita muslimah sebagai sasaran mereka. Bukankah kaum Yahudi
telah memancangkan permusuhannya terhadap hijab sejak mereka mengatur
siasat untuk merobek hijab seorang muslimah dan menampakkan auratnya di
pasar Bani Qainuqa’??!.Dan hingga kinipun, permusuhan itu tetap membara,
sebab mereka mengetahui bahwa rusaknya kaum wanita pertanda rusaknya
tatanan masyarakat. Namun sangat disayangkan, entah berapa banyak dari
kaum muslimin yang menyerahkan diri mereka kepada tipu-daya mereka.
Entah berapa banyak dari kaum muslimin yang turut serta membantu mereka
memerangi hijab syar’i ini. Mereka inilah para korban “brain washing”
yang dilancarkan oleh kaum kafir dalam berbagai aspek kehidupan.
Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah …
Sesungguhnya
istri-istri kita, saudari-saudari kita, dan putri-putri kita adalah
bunga-bunga yang menghiasi taman kehidupan kita. Mereka adalah belahan
hati kita semua. Namun hampir-hampir saja kita tidak lagi dapat
merasakan keindahan bunga itu karena ada sebuah tiupan angin kencang
yang sebentar lagi akan merenggutnya. Apakah anda sekalian mengetahui
angin kencang apakah itu?.Ia adalah angin westernisasi yang mengajak
mereka melepaskan hijabnya, yang mendorong mereka untuk bercampur baur
dengan kaum pria dan membisiki mereka agar membuang rasa malu mereka
untuk bercampur-baur dengan kaum. Angin kencang ini ditiupkan melalui
lembaran-lembaran surat kabar dan majalah, melalui roman-roman
percintaan, melalui siaran-siaran televisi dan radio atau media-media
informasi lainnya .Mereka telah mendorong kaum wanita mengubur sendiri
dirinya hidup-hidup;bukan di dalam tanah, tetapi di dalam sifat ‘iffah
mereka yang telah hilang, kedalam kehormatan mereka yang tercabik-cabik,
dan kedalam kesucian mereka yang telah ternoda! lalu apakah gunanya hidup mereka setelah itu?
Mereka
telah melakukan perbuatan yang lebih keji dari apa yang pernah terjadi
di masa Jahiliyah dulu. Bagaimana anak-anak perempuan dikubur
hidup-hidup dimasa itu akan mendapatkan Surga Allah, disebutkan dalam
Musnad Imam Ahmad bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: اَلْمَوْؤُوْدَةُ فِي الْجَنَّةِ. “Anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu di Surga.”
Namun
di zaman ini, para wanita itulah yang mengubur dirinya sendiri hingga
hilang rasa malu. Dan balasan untuk mereka pun begitu menakutkan,
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda tentang wanita yang
seperti ini:
وَنِسَاءٌ
كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ
الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ
رِيْحَهَا.
“Dan
wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang yang melenggak lenggok,
kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk onta, mereka itu tidak akan
masuk Surga dan tidak mendapatkan baunya.” (HR. Muslim).
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
الْحَمْدَ
لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ
مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ؛
Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah …
Oleh
karenanya, melalui mimbar Jum’at yang mulia ini kami menyerukan kepada
para penanggung jawab kaum wanita, para bapak, para suami dan para
saudara, renungkanlah
Melalui mimbar Jum’at ini pula, kami mengingatkan para pemudi Islam agar mereka tidak mendengarkan tipuan-tipuan musuh-musuh anda yang selalu menampakkan indahnya hidup bercampur baur dengan kaum pria atas nama kebebasan, kemajuan dan kemoderenan. Karena bagi mereka yang penting dari diri anda hanyalah kenikmatan dan kelezatan sesaat. Nasehat kami kepada Anda adalah bahwa kunci perbaikan itu ada di tangan Anda semua. Jika Anda ingin, Anda dapat memperbaiki diri sendiri. Dan kebaikan Anda juga berarti kebaikan bagi ummat ini.
Melalui mimbar Jum’at ini pula, kami mengingatkan para pemudi Islam agar mereka tidak mendengarkan tipuan-tipuan musuh-musuh anda yang selalu menampakkan indahnya hidup bercampur baur dengan kaum pria atas nama kebebasan, kemajuan dan kemoderenan. Karena bagi mereka yang penting dari diri anda hanyalah kenikmatan dan kelezatan sesaat. Nasehat kami kepada Anda adalah bahwa kunci perbaikan itu ada di tangan Anda semua. Jika Anda ingin, Anda dapat memperbaiki diri sendiri. Dan kebaikan Anda juga berarti kebaikan bagi ummat ini.
“Dan
tinggallah kalian (para wanita) di dalam rumah-rumah kalian, dan
janganlah kalian berhias seperti berhiasnya kaum jahiliyah pertama, dan
tegakkanlah shalat, tuanaikanlah zakat, dan taatilah Allah beserta RasulNya.” (Al-Ahzab: 33).
Akhirnya,
semoga wasiat ini dapat bermanfa’at dalam proses perbaikan terhadap
ummat yang kian terpuruk ini. Semoga bagi kita sekalian dianugrahkan
taufiq dan inayah untuk membangun kekuatan dan kejayaan ummat seperti
sedia kala . Amin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ،
وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْإِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}
ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar