Angan-angan Orang Yang Sudah Atau Akan Meninggal Dunia
Khutbah Pertama:
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ
مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ
الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ
مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا
اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …
Pertama-tama, khatib mengajak semua
jamaah, hendaklah kita senantiasa berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala disetiap waktu yang masih Allah berikan kepada
kita semua. Karena taqwa merupakan bekal terbaik kita mengahadap Allah Subhanahu
wa Ta’ala dan tidak ada seorang pun diantara kita yang tahu, kapan dia dipanggil
menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, marilah kesempatan yang masih
diberikan ini kita manfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan bekal terbaik
demi meraih kebahagiaan abadi di akhirat.
Kaum muslimin, rahimakumullah
Kaum muslimin, rahimakumullah
Setiap manusia di dunia ini memiliki
angan-angan yang ingin direalisasikan menjadi sebuah kenyataan. Kebanyakan
angan-angan itu tertuju pada meraih jabatan tinggi, harta berlimpah, istri
cantik jelita nan mempesona, rumah luas dengan fasilitas lengkap nan mewah dan
berbagai kenikmatan dunia lainnya yang diimpikan banyak orang.
Di sisi lain, ada si miskin yang
ingin menjadi kaya raya; ada si sakit yang ingin segera sembuh dari sakitnya
dan bisa kembali menikmati dunia; dan ada si kaya yang sangat benci kemiskinan
tapi terus merasa dirinya miskin, sehingga semangatnya untuk menambah kekayaan
tidak pernah rapuh.
Memang benar apa yang disabdakan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa angan-angan manusia di
dunia tidak akan pernah habis sampai mereka masuk ke dalam kubur:
لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا
مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ وَادِيَانِ وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلَّا
التُرَابُ وَيَتُوْبُ اللهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Seandainya seseorang memiliki satu
lembah emas, niscaya dia ingin memiliki dua lembah emas lagi, dan tidak ada
yang bisa memenuhi mulutnya kecuali debu (tidak ada yang bisa menghentikan
keinginannya kecuali kematian) dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat
(HR. Bukhari)
Namun bagaimanapun angan-angan di
dunia ini selama masih ada kesempatan, maka masih bisa di usahakan dan masih
ada kemungkinan menjadi sebuah kenyataan. Yakni dengan melakukan sebab-sebab
yang sudah ditetapkan oleh Allah.
Pada kesempatan ini, khatib tak
hendak mengajak jamaah sekalian untuk memiliki angan-angan dunia yang
muluk-muluk, tapi khatib hendak mengajak agar kita merenungi angan-angan
sebagian orang yang sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk
merealisasikannya. Angan-angan mereka sudah terputuskan dari sebab. Mereka
adalah orang yang sudah meninggal dunia.
Mungkin ada yang bertanya, apa yang
menjadi angan-angan mereka? Setelah melihat kenikmatan atau siksaan Allah Subhanahu
wa Ta’ala terpampang di mata mereka? Masihkah mereka menginginkan
kenikmatan dunia yang telah banyak menyita perhatian manusia?
Kaum muslimin, rahimakumullah
Orang-orang yang sudah meninggal
dunia itu bermacam-macam, ada yang baik dan ada pula yang buruk; ada yang
shalih dan ada pula yang sebaliknya; ada yang ditangisi kematiannya oleh
manusia dan ada pula yang diharapkan kematiannya. Masing-masing orang ini
memiliki angan-angan yang berbeda. Angan-angan mereka ini telah dijelaskan oleh
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga oleh Allah Subhanahu wa
Ta’ala, semisalnya :
Pertama; orang-orang shalih ingin segera di bawa ke kuburannya
setelah meninggalnya;
Disebutkan dalam shahih al-Bukhari
dari hadits Abi Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu:
إذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ
فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ
: قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي ، وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ : يَا
وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا ، يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا
الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ
Apabila jenazah sesorang diletakkan
lalu orang-orang mengangkatnya di atas pundak-pundak mereka, maka jika orang itu
baik, dia berkata; segerakanlah aku, segerakanlah aku, sedangkan jika tidak
baik, ia berkata; celaka, hendak kemana mereka pergi? Ungkapan ini di dengar
suaranya oleh semuanya kecuali manusia, seandainya dia juga mendengar tentu
pingsan.
Kedua; Orang-orang berdoa agar kiamat dipercepat
Disebutkan dalam hadits yang panjang
yang dikeluarkan imam Ahmad dalam Musnadnya bahwa ketika seorang di dalam kubur
bisa menjawab pertanyaan dua malaikat kemudian datang kabar gembira dari Allah Subhanahu
wa Ta’ala bahwa dia termasuk penghuni surga, maka hamba tersebut memohon
agar hari kiamat dipercepat kedatangannya.
Ini adalah angan-angan orang shalih
setelah melihat tempatnya di surga, padahal hari kiamat adalah hari yang
tersulit dan terberat bagi manusia. Ini sangat berbeda dengan kaum munafik dan
orang orang kafir. Mereka memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar
hari kiamat tidak datang, padahal di dalam kubur mereka mendapatkan siksa yang
sangat pedih. Namun karena mereka tahu bahwa siksa di neraka itu jauh lebih
menyakitkan dan lebih pedih, sehingga mereka lebih memilih tetap disiksa di
dalam kuburnya.
Kaum muslimin, rahimakumullah
Ketiga; Angan-angan orang yang mati syahid
Shahabat Anas bin Malik radhiyallahu
‘anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
sabda beliau berbunyi;
مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ
يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ
إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ
مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنْ الْكَرَامَةِ
“Tidak ada seorangpun yang masuk
surga kemudian ingin kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid, dan dia
tidak menginginkan apapun di dunia kecuali mati syahid. Dia berangan-angan
untuk kembali ke dunia kemudian terbunuh sebanyak sepuluh kali, ini disebabkan
oleh kemuliaan (keutamaan mati syahid) yang dia saksikan.” (HR. Bukhori)
Inilah sebagian dari angan-angan
orang yang telah melihat kemuliaannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala
meski ingin kembali ke dunia, namun angan-angan mereka tidak ada hubungannya
dengan dunia dan kenikmatannya sedikitpun. Mereka ingin kembali untuk menambah
amalan agar kemuliaan mereka bertambah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala
Kaum muslimin, rahimakumullah
Demikianlah beberapa angan-angan
orang-oarng shalih yang sudah meninggal dunia, lalu bagaimana angan-angan orang
yang lalai semasa hidup mereka di dunia? Diantara angan-angan mereka adalah:
Pertama, yaitu mengeluarkan sedekah.
Seseorang yang akan meninggal dunia
berangan-angan untuk hidup kembali dan mengeluarkan sedekah dan menjadi orang
shaleh, sebagaimana diceritakan oleh Allah dalam Alquran (yang artinya):
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ
مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا
أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Dan belanjakanlah sebagian dari apa
yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang
di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan
(kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan
aku termasuk orang-orang yang shaleh?” (QS. al-Munafiqun: 10)
Ibnu Katsir rahimahullah
berkata “Setiap orang yang lalai (di masa hidupnya) pasti akan menyesal di saat
nyawanya akan dicabut. Ia memohon agar umurnya di perpanjang walau hanya sesaat
untuk melaksanakan amal shaleh yang selama ini ia tinggalkan.”
Kedua, melaksanakan amal shaleh
Angan-angan terbesar orang yang
sudah meninggal dunia adalah bisa hidup kembali dan melaksanakan amal shaleh;
حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ
الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا
تَرَكْتُ
“(Demikianlah keadaan orang-orang
kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia
berkata:”Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang
saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. al-Mukminun: 99-100)
أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ
Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِيِ المُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنْ وَالَاهُ، أَمَّا بَعْدُ:
Kaum muslimin, rahimakumullah
Inilah keadaan yang dialami oleh
orang-orang kuffar dan orang yang lalai dari perintah-perintah Allah Subhanahu
wa Ta’ala sewaktu masih hidup di dunia. Saat kematian menjemput barulah ia
sadar dan memohon kepada Allah untuk di tangguhkan kematiannya walaupun hanya
sesaat agar ada kesempatan untuk beramal.
Tapi tentu, angan-angan ini tetap
hanya sebatas angan-angan yang tidak akan mungkin diwujudkan, karena Allah
telah menetapkan orang yang sudah meninggal tidak akan di kembalikan lagi ke
dunia.
Maka sudah sepantasnya bagi kita
yang masih berada di negeri angan-angan untuk melaksanakan angan-angan yang
berupa keinginan untuk menambah dan memperbaiki amal, sebagai bekal untuk
bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga kita termasuk orang-orang
yang bisa memanfaatkan waktu hidup di dunia ini untuk melaksanakan amal shaleh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ
تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ
اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}
ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ
أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ
أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ
أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ
إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى
الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.